Lantunan Angklung Bercerita tentang Budaya Indonesia di Belanda (Catatan dari WinterAid ISOW)

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan budaya. Akar sejarah yang urat nadinya sambung menyambung pada ribuan suku dan tradisi menciptakan keunikan tersendiri mengenai budaya lokal masyarakat Indonesia. Keragaman budaya Indonesia kini telah dikenal dunia sebagai salah satu keunikan yang wajib untuk diketahui. Salah satu dari sekian ribu kebudayaan tersebut tentunya adalah seni musik bambu tradisional yang dikenal dengan nama angklung. Sejak November 2010, alat musik tradisional ini telah dikukuhkan sebagai salah satu world’s heritages oleh UNESCO.

Pada tanggal 10 Februari 2012, PPI Wageningen (Persatuan Pelajar Indonesia di Wageningen, Belanda) diundang oleh ISOW (International Students Organisation in Wageningen) untuk menampilkan salah satu kebudayaan Indonesia dalam acara workshop yang merupakan bagian dari program WinterAID tahunan yang dilaksanakan tiap tahun oleh organisasi tersebut dalam menyambut mahasiswa baru baik tingkat bachelor maupun master. Acara tersebut diikuti oleh berbagai negara dimana masing-masing negara menampilkan salah satu kebudayaannya untuk diperkenalkan kepada mahasiswa Internasional. Dalam acara ini, mahasiswa Indonesia yang dikoordinir oleh Bening Mayanti (Bening) menampilkan workshop angklung yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa Internasional di Wageningen.

Workshop angklung dimulai dengan presentasi mengenai angklung yang dilakukan oleh Rahayu Handayani (Ayu) selama kurang lebih 10 menit. Dalam sesi ini, Ayu memberikan gambaran mengenai sejarah angklung hingga bagaimana angklung menjadi trademark Indonesia di dunia. Setelah itu, workshop dilanjutkan dengan pelatihan cara memainkan alat musik angklung yang dibawakan oleh Bening, serta praktek memainkan lagu oleh peserta workshop. Adapun lagu-lagu yang dimainkan adalah “twinkle-twinkle little stars” dan “Eidelweiss”.

Salah satu hal yang menarik dalam acara ini adalah bagaimana ekspresi mahasiswa-mahasiswa Internasional dalam mengikuti workshop angklung ini. Kekaguman dan kegembiraan yang terpancar baik pada saat memainkan alat musik tradisional ini maupun kepuasan yang tercapai setelah mendapatkan harmonisasi permainan dalam memainkan lagu merupakan hal yang menarik untuk diceritakan. Tepuk tangan, sorakan serta siulan yang gaduh beriringan muncul setiap kali mereka berhasil memainkan sebuah lagu dengan sempurna. Banyak diantara mereka yang bahkan enggan meninggalkan ruangan meskipun sesi yang mereka ikuti telah selesai. Acara workshop yang sedianya dilakukan dalam 2 sesi ini, dimana masing-masing sesi berisi 10-20 peserta, akhirnya melalui persetujuan panitia diperpanjang hingga 4 sesi untuk mengakomodasi banyaknya mahasiswa yang tertarik mengikuti workshop angklung ini.

Kita patut berbangga, sebagai bangsa yang besar yaitu bangsa Indonesia kita memiliki keragaman budaya yang memiliki keunikan tersendiri sebagai ciri khas bangsa kita. Bahkan, ragam budaya yang dinikmati oleh masyarakat dunia, bukan hanya alat bagi kita untuk bukan sekedar berbangga akan leluhur kita, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenal isi rumah kita sendiri. Indonesia, meski terdiri atas berbagai suku bangsa, agama, dan ras yang berbeda, tetap menjunjung jiwa gotong royong dan persatuan dalam bingkai keharmonisan. Karena kita semua paham, bahwa persatuan itu indah, seindah harmonisnya angklung-angklung yang berbunyi seirama dalam lantunan lagu yang dimainkan bersama-sama.

Sumber: http://www.ppi-wageningen.org/lantunan-angklung-bercerita-tentang-budaya-indonesia-di-belanda-catatan-dari-winteraid-isow/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: