Sistem Informasi Akuntansi dan Transaksi Bisnis

Karakteristik informasi akuntansi yang berupa Relevan, Efektif, Akurat, Lengkap, Tepat Waktu, Dapat Dipahami dan Dapat Diverifikasi, secara ideal dihasilkan oleh suatu pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Akuntansi yang terpadu yang menggabungkan secara optimal komponen berupa SDM (sumber daya manusia), prosedur, data, software dan infrastruktur menjadi lima siklus transaksi yaitu Revenue Cycle, Siklus pendapatan yang mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan kas, Expenditure Cycle, siklus pengeluaran yang mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran/pengeluaran kas, Payroll & Human Resouces Cycles, meliputi proses pengembangan potensi sumber daya manusia, Production Cycle siklus proses produksi dan biaya produksi, Financial Cycle, siklus kegiatan akuntansi dan keuangan merupakan fondasi dasar perusahaan dalam pengembangan bisnisnya. Penerapan model Enterprise Resource Planning – ERP yang merupakan model sistem informasi akuntansi terpadu berbasis komputer yang dikembangkan oleh Gartner Group dan diaplikasikan oleh banyak perusahaan adalah salah satu model yang mendukung dalam pengembangan value Chain SIA pada bisnis.

Hubungan komunikasi data dengan pihak ekstern termasuk dengan pemasok dan pelanggan akan dengan cepat terjalin, pertukaran data dapat dilakukan dengan cepat dan dengan dukungan Software dan database serta pengendalian yang baik akan menghasilkan keakuratan data yang baik. Penggunaan digitalisasi dari Formulir dalam kegiatan transaksional dengan penggunaan sistem pengendalian berupa validasi input data dan User Account (Id) memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam proses pengolahan data transaksi, lalu lintas data transaksi bergerak dengan cepat dan efisien membuat proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Proses manipulasi data dilakukan dengan cepat oleh dukungan Software yang mempunyai arsitektur effisien dan struktur pengendalian program yang baik serta dukungan pengendalian intern dari sistem informasi akuntansi lainnya, termasuk prosedur internal audit yang dilakukan optimal akan menghasilkan arus informasi yang mendukung berbagai kebijakan dan strategi perusahaan dalam memenangkan persaingan globalnya.

Keadaan bisnis yang Competitive mensyaratkan terjadinya proses komunikasi data yang cepat baik untuk proses pengolahan berupa manipulasi & perhitungan data, pelaporan dan analisa terhadap data,  berdasarkan pada kriteria data berupa Relevan, Andal, Lengkap, Tepat Waktu, Dapat Dipahami dan Dapat Diverifikas proses komunikasi data yang cepat dan terintegrasi adalah dengan menggunakan konsep manajemen database terpadu (Integrated Database Management Systems). Arsitektur database yang dirancang dalam bisnis yang bersifat Open Systems memerlukan prosedur pengendalian yang kuat termasuk membaginya kedalam dua sistem database yaitu Closed Systems Database untuk data-data kritis kebutuhan internal perusahaan dan Open Systems Database yang dapat digunakan dalam proses hubungan ekternal dengan pelanggan dan pemasok.

Kebijakan manajemen Information Technology – IT  menerapkan dengan memilah kelompok data dalam Closed Systems Database dan sebagian lagi dalam kelompok data dalam Open Systems Database perlu dipertimbangkan, mengingat tingkat keamanan yang beresiko tinggi dan implikasi pada Cost Control yang cukup tinggi bila menerapkan Full Open Systems Database. Untuk kegiatan bisnis tertentu dapat menerapkan teknologi mirroring atas data yang bersifat keluar yaitu pada pelanggan dan pada pemasok. Pada Open systems, paling tidak menerapkan Validasi input data pada akses masuk sistem yang berlapis dengan tehnik kriptografi (Enkripsi) user yang berhak serta penerapan Biometric Validation System dengan berbagai bentuknya.

SIA dan Pengendalian

Sistem informasi akuntansi dan pengendalian ini merupakan suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Efraim Turban menyatakan lima strategi dasar dalam membangun sistem pengendalian dalam bisnis dengan dengan basis komputerisasi, meliputi Controls for  Preventing and Deterrence, Detection, Limitation, Recovery, Correction. Strategi ini yang diterapkan secara integral pada berbagai departemen yang terlibat dalam networking dalam kerangka kelancaran proses pengolahan dan manipulasi data serta pelaporannya untuk menjamin tidak terjadinya kesalahan dan malfungsi sistem atau cara sekumpulan elemen yang saling berinteraksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: