SINGAPORE BIENNALE SIA 2008 & ARCHIFEST 2008

Beberapa waktu yang lalu bertepatan dengan acara Singapore Biennale tahun 2008 di negara tetangga kita, beberapa anggota IAI Jakarta, berkesempatan untuk melihat sejumlah pameran yang digelar. Kecil skalanya apabila dibandingkan dengan Art Bienalle sejenis yang diselenggarakan di Venezia, Italia misalnya. Namun bagi negara kecil seperti Singapura acara ini sungguh membanggakan atau menghibur dan sangat penting untuk meletakkan negara mereka dalam peta industri kreatif dunia.

Berbagai artis dan arsitek internasional diundang untuk ikut berpameran di sana, dan memang hal ini memberikan hasil. Ketika kami mengisi buku tamu di instalasi “Containart” karya Shigeru Ban, seorang arsitek terkenal dari Jepang, terlihat tamu dari berbagai negara yang datang ke acara ini. Gaung event ini ternyata cukup keras, paling tidak secara regional atau suatu standar minimum.

Hal yang pertama terlintas di pikiran kami adalah, “Kapan, ya Indonesia bisa begini?”. Pertanyaan yang biasa, namun selalu membayangi. Kalau ditelusuri lagi, sebenarnya bukanlah hal yang terlalu sulit. Kita bukannya tidak pernah mengadakan acara-acara berskala internasional.

Instalasi Shigeru Ban ini terletak di kawasan Marina, di sebuah lahan kosong yang kealak akan menjadi bagian daripada pengembangan kawasan besar Marina di Singapura. Instalasi ini merupakan rangkaian karyanya yang disusun dari puluhan container dan kolom-kolom dari tabung kertas yang menjadi ciri khasnya. Tumpukan container ini membentuk sebuah ruang terbuka besar yang berfungsi sebagai tempat pameran. Beberapa buah container juga berisikan instalasi-instalasi kecil dan sebuah toko souvenir. Ruang-ruang yang terjadi antar container membingkai pemandangan ke arah laut dan kota. Suatu pengalaman yang berbeda, seolah-olah kita terpisah dari kota.

Pada saat yang bersamaan juga berlangsung Singapore Archifest 2008 yang masih termasuk dalam rangkaian acara Singapore Bienalle ini. Karya-karya arsitektur yang memperoleh penghargaan SIA Award 2008 dari Singapore Institute of Architects dipamerkan dalam satu rangkaian instalasi yang dapat dipindah-pindahkan tempatnya di beberapa area publik agar banyak orang yang dapat menikmatinya. Kebetulan pada saat kami di sana pameran ini sedang diadakan di ruang terbuka di lantai dasar Singapore National Library, yang diapit oleh dua jalan. Pameran ini praktis selalu ramai dilalu-lalangi publik, sungguh menyenangkan melihat bagaimana karya-karya para arsitek menjadi bagian dari public-viewing, sebuah proses edukasi publik. SIA juga membuka kepada publik semacam tur arsitektur yang dipandu untuk dapat mengunjungi karya-karya yang dinominasikan dan memenangkan penghargaan ini.

Melihat pameran dengan skala internasional di negara tetangga ini, membuat mata kami terbuka. Bahwa kita juga perlu menyelenggarakan acara sejenis ini. Bukan untuk ikut-ikutan atau sekedar menunjukkan bahwa kita mampu, namun yang ingin dicapai adalah proses edukasi publik yang lebih baik. Kami juga ingin membuka mata publik bahwa negara kita sebenarnya penuh dengan talenta yang hanya butuh sedikit koordinasi dan organisasi untuk menjadi creative powerhouse di dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: