overclock pada komputer

overclock Komputer

(Aug 07, 2007 at 09:43 PM) –

Kata overclock mungkin menjadi bahasa asing bagi seorang pemula yang tertarik dibidang hardware. Tetapi

bagi mereka yang sudah mahir dibidang hardwawe, kata tersebut merupakan sebuah kata baku dan digunakan

dalam kehidupan sehari hari.Bahasa overclock disusun dari dua kata

yaitu over dan clock yang artinya melakukan setup mainboard clock

bagi processor maupun sebuah VGA. Kata overclock disamakan dengan

membuat computer lebih cepat.

Entah kapan dimulai para hobbiest melakukan

overclock. Diperkirakan overclock sudah dimulai pada tahun 1985.

Kalau tidak salah, computer pertama yang dijual yaitu jenis PC

XT dengan processor tipe Intel (8088) dan dibuat lebih cepat bekerja

dengan procesor dari NEC V20. Maklum kecepatan pada computer PC

XT dahulu luar biasa lambatnya. Jangankan kata sistem Linux atau

Windows. Yang kita kenal saat itu hanyalah PC-DOS IBM sebagai

sistem operasi sebuah computer. Sedangkan DOS hanya berbentuk

disket sudah dapat dijadikan storage pada computer termasuk sistem

operasi. Pada tahun itu tidak banyak orang mengenal tentang harddisk

ataupun memory seperti jenis. Hardware masih sangat mahal dan

sederhana. Bahkan tidak pernah terdengar kata Giga seperti sekarang

ini. Memory masih dalam hitungan Kilo Byte, harddisk pertama berukuran

sangat besar dengan daya tampung beberapa puluh MB

Overclock mulai dilakukan ketika processor

486 DX dan Pentium Klasik pertama. Tetapi memacu processor hanya

dapat dilakukan dengan jumper pada mainboard. Misalnya Pentium

166Mhz dijumper menjadi kecepatan 200Mhz atau lebih, sedikit sekali

perbedaan antara 166Mhz dan 200Mhz. Tetapi cukup lumayan untuk

kecepatan di era Pentium tersebut.

Ramainya overclocker dimulai pada 1997

ketika Intel mengeluarkan processor jenis Celeron berkecepatan

300Mhz dengan jenis slot 1 dan ramai ramai dipacu menjadi 450Mhz.

Saat itulah muncul para overclocker yang mulai memacu processor

sampai batas terakhir.

Perusahaan Taiwan saat itu sudah menguasai

dibidang hardware membuat mainboard dengan option yang dapat disetup

oleh pemakai. Munculnya Abit dengan mainboard untuk setup via

BIOS dan mainboard jumperless. Abit pertama mengumumkan mainboard

dengan jumper minimal (jumperless) dan pemakai dapat melakukan

setup pada BIOS untuk kecepatan processor. Sistem Jumperless membuat

overclocker tidak perlu repot mencabut pasang jumper untuk memindahkan

kecepatan processor. Melainkan disetup seperti teknologi sekarang

ini melalui layar computer atau setup BIOS

Apakah sebenarnnya tujuan overclock

Tujuan utama melakukan overclock adalah

memacu sebuah processor VGA dan CPU agar lebih cepat bekerja.

Kata lain, kecepatan standard dirubah menjadi kecepatan diatas

standard.

Tetapi saat ini dengan teknologi yang

ada, memungkinkan seseorang memiliki kemudahan membuat computer

dengan sistem overclock. Misalnya seseorang ingin memacu computer

lebih cepat bekerja dengan processor yang lebih murah untuk menyamai

computer yang memiliki processor lebih cepat dan mahal. Misalnya

mengunakan processor seharga 1 juta akan memiliki kecepatan processor

seharga 2 juta.

Ada juga tujuan khusus yang menjadi

trend setelah pada tahun 2000 misalnya untuk aplikasi game. Dengan

melakukan overclock , sebuah computer akan lebih cepat dan lebih

nyaman dinikmati karena lebih cepat. Dengan overclock semua perangkat

akan meningkat walaupun terkadang tidak murah

Fungsi dari overclock sekarang ini adalah

tujuan paling umum bagi pengemar PC. Karena tersedianya perangkat

tambahan semuanya telah tersedia, serta dukungan oleh perusahaan

mainboard untuk memasukan sistem overclock pada BIOS. Dibandingkan

tahun 2000, ketika itu belum banyak perangkat khusus untuk overclock.

Dan terbatasnya perangkat seperti memory, mainboard dan heatsink

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

yang tidak selengkap saat ini

Bagaimana melakukan overclock.

Melakukan overclock sebenarnya melakukan

setup kecepatan clock speed dari sebuah processor. Apakah bentuknya

sebagai processor , atau sebuah VPU ( VGA), ataupun clock speed

dari chip-set mainboard.

Intinya, overclock adalah meningkatkan

kecepatan clock speed. Misalnya VGA dengan kecepatan core 400Mhz

dicoba ditingkatkan menjadi 450Mhz untuk mendapatkan tampilan

gambar lebih baik. Procesor dari bus 200Mhz ditingkatkan menjadi

250Mhz agar kinerja proses rendering gambar dan aplikasi game

lebih nyaman. Atau meningkatkan core chip-set untuk mendapatkan

bandwidth lebih besar dari produk aslinya.

Contoh saja bila processor dengan kecepatan

1.6Ghz dengan bus 100Mhz, artinya processor bekerja pada kecepatan

16X100Mhz akan menghasilkan kecepatan processor 1600Mhz atau 1.6GHz.

Dengan merubah bus FSB pada option BIOS misalnya dari 100Mhz menjadi

133Mhz maka computer akan bekerja dengan kecepatan 2.1GHZ atau

16X133Mhz yang menghasilkan kecepatan 2.1Ghz atau 2.128Mhz. Apakah

sedemikian mudah melakukan overclock. Betul, hanya dengan cara

inilah computer dapat dipacu dan sedemikian mudahnya seseorang

melakukan overclocking.

 

Berapa mahal dari biaya overclock.

Biaya overclock bisa bervariasi dari

tanpa biaya sampai mampu menghabiskan uang anda. Tergantung apakah

keinginan untuk melakukan kegiatan overclock. Bila anda melakukan

overclock sebuah computer yang tidak terlalu tinggi, misalnya

dengan mempercepat laju processor menjadi 10% atau 20% lebih cepat.

Mungkin anda tidak memerlukan biaya tambahan. Perubahan hanya

dilakukan pada BIOS saja.

Contoh anda mengunakan procesor 1.6Ghz,

lalu memacu menjadi 2.1Ghz. Dengan heatsink standard, pada kecepatan

tersebut masih diposisikan aman bagi computer dan dapat dilakukan

dengan mudah.

Tetapi bila dilakukan overclock cukup

tinggi, misalnya diatas 25%, umumnya akan muncul kendala yaitu

processor menjadi lebih panas. Karena disain heatsink standard

sebagai pendingin processor dibuat terbatas untuk kecepatan tertentu

dengan putaran fan tertentu juga, membuat keterbatasan heatsink

untuk meredam panas. Kendala pada kasus panas processor dapat

diperbaiki dengan menganti heatsink non standard. Dengan heatsink

non standard maka processor terhindar dari hang atau malfunction

karena terlalu panas ketika bekerja. Atau dapat juga dibantu pada

sirkulasi udara didalam untuk memperbaiki sistem pendingin didalam

case computer.

Kenapa panas menjadi momok menakutkan

untuk kegiatan overclock. Dengan peningkatan kecepatan, dampak

akan membuat processor menjadi panas. Secara tidak langsung, semakin

tinggi kecepatan processor bekerja, maka daya power juga semakin

besar. Dampaknya selalu kembali pada panas yang ditimbulkan dari

chip procesor

Lalu dimana tingkat kemahalan dari kegiatan

overclock. Bila anda melakukan overclock pada processor saja,

tanpa memperbaiki perangkat lainnya. Hal ini dapat dikatakan murah.

Tetapi bila anda berkeinginan mengoptimalkan seluruh perangkat

yang ada, termasuk memory, mainboard premium, VGA top-end, power

supply, pendingin bahkan case yang khusus di disain untuk overclocking.

Disitulah nilai mahal yang harus diberikan, karena perangkat khusus

yang disediakan untuk overclock memang memiliki kelebihan tersendiri.

Dengan perangkat khusus tersebut, tentu anda mengharapkan performa

sebuah computer yang berbeda dari computer standard. Bahkan sebuah

computer dengan tingkat hardware paling optimal memiliki nilai

yang hampir sama seperti membeli sebuah PC dengan harga 2 buah

PC standard

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

Mungkin ada pertanyaan yang timbul,

mengapa overclock menjadi mahal, jika memungkinkan seseorang membeli

processor lebih cepat. Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah.

Tujuan overclock bukan saja membuat processor menjadi lebih cepat.

Satu alasan yang paling dominan adalah peningkatkan ketika memacu

processor diatas batas normal. Dengan peningkatan kecepatan processor

juga meningkatkan kecepatan bandwidth baik memory, tranfer data

pada chip-set ke procesor serta tampilan pada VGA juga ikut meningkat.

Dengan melakukan overclock, maka akan

hasil bandwidth tinggi bagi sebuah computer. Bila anda mengunakan

processor berkecepatan 200Mhz dengan memory jenis PC3200, hasilnya

akan berbeda bila processor di-overclock dengan 250Mhz dan menganti

jenis kecepatan memory dengan PC4000 agar dapat mengimbangi kecepatan

bus internal dari procesor dan chip-set.

Kenapa bandwidth diperlukan, anda

dapat membayangkan sebuah jalur lalulintas tol dengan kecepatan

maksimum 200KM/perjam. Artinya setiap kendaraan dapat berlalu

lalang maksimum 200KM/jam. Bila ditingkatkan menjadi 250KM/jam

maka kecepatan kendaraan akan lebih cepat sampai ketujuan. Anggapan

bahwa data dari computer harus melewati jalur seperti jalan tol.

Maka setiap data yang digambarkan sebagai kendaraan akan lebih

cepat sampai ketujuan. Dan data juga dapat diproses lebih cepat

karena processor yang dioverclock.

Apa yang perlu diperlukan dipikirkan

ketika melakukan overclock.

Mudah untuk membuat processor agar dapat

dioverclock, tetapi dampaknya cukup luas bagi hardware lain. Bila

berbicara pada computer yang ada saat ini, melakukan overclock

akan berdampak bagi hardware seperti sistem I/O, VGA dan lainnya.

 

Mengoverclock sebuah processor beberapa

MHz juga akan memacu kinerja bagian lain seperti memory, PCIe,

PCI dan AGP clock. Artinya bila procesor dengan kecepatan bus

100MHz dipacu menjadi 120MHz (20%), maka kecepatan clock hardware

lain juga meningkat. Demikian juga kecepatan memory akan dipacu

mengikuti kecepatan processor yaitu sekitar 20%.

Banyak kesalahan terjadi bagi pemula

karena tidak terlalu memperhitungkan dengan kemampuan hardware

yang ada. Contoh saja memacu processor dengan dengan kecepatan

100Mhz ke 133Mhz dengan memory PC2100 (DDR200). Optimalnya untuk

kecepatan processor 133Mhz lebih baik mengunakan memory PC2700

(DDR333) atau diatasnya seperti PC3200 ( DDR400).

Dengan memacu overclock pada processor

terdapat beberapa hal penting

 

Processor memiliki batas kecepatan tertentu, semakin

tinggi maka semakin panas dan tidak stabil. Menghadapi panas

hanya dapat dihadapi dengan sistem pendingin yang baik. Menganti

pendingin jenis tertentu akan menjaga keberhasilan ketika melakukan

overclock.

Semakin tinggi multiplier sebuah processor akan

semakin tidak stabil. Umumnya mereka yang ingin melakukan overclock

mengambil inisiatif dengan jalan membeli processor bermultiplier

rendah. Dengan multiplier rendah, maka kecepatan processor memiliki

persentas lebih tinggi plus lebih murah. Misalnya anda mengunakan

processor 2.4Ghz dengan multiplier 12 X 200Mhz akan mudah dipacu

menjadi 3Gz dengan bus 250Mhz dann terjadi peningkatan 25%.

Dibandingkan anda mengunakan processor 3GHz dengan bus 200Mhz

dan multiplier 15 X 200Mhz yang mengharuskan bekerja pada 3.75Ghz

dengan bus 250Mhz akan sulit untuk stabil bekerja

Daya power untuk processor. Kita mengenal dengan

overvoltage. Dengan menambahkan voltage bagi processor akan

menjaga kestabilan computer. Bila overclock dilakukan pada batas

wajar, overvoltage jarang dilakukan. Tetapi pada overclock yang

cukup extreme, overvoltage umumnya menjadi pilihan terakhir

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

yang diambil. Dampaknya kembali kepada point pertama yaitu semakin

panasnya processor. Mengapa overvoltage dilakukan. Semakin cepat

processor bekerja, semakin besar daya atau power yang dibutuhkan.

Dengan menambah supply power bagi processor dengan peningkatan

voltage atau overvoltage akan memberikan power yang cukup ketika

processor bekerja diatas kecepatan standard. Untuk meningkatkan

daya bagi procesor, pada BIOS setup terdapat option Vcore. Angka

Vcore inilah yang dimainkan agar processor menjadi lebih stabil.

Tetapi dampak negatif pada overvoltage adalah panas.

 

 

 

Dampak pada chip-set dan kestabilan hardware

lain.

Setelah membahas kendala overclock processor,

kita kembali melihat dasar dari bus clock pada sistem computer.

Melihat dari bagian mainboard, terdapat pembagian kecepatan yang

sama agar sinkron bekerja dari tiap tiap hardware.

Melihat pembagian bus tersebut anda

dapat menganalisa. Bila sebuah computer dengan kecepatan processor

100Mhz pada bus external, lalu dipacu menjadi 120Mhz. Dampaknya

perhitungan clock pada device PCIe, AGP dan ISA bus juga meningkat

20% lebih cepat. Contoh saja bila sebuah VGA AGP dengan bus 66Mhz,

dengan kecepatan chip-set yang dipacu 20% saja akan memaksa VGA

bekerja pada kecepatan 80Mhz. Artinya akan sulit membuat VGA tetap

stabil ketika memainkan game. Atau anda mengunakan harddisk jenis

SATA yang sensitif terhadap perubahan, ketika melakukan overclock

bisa saja menyebabkan kegagalan harddisk bekerja.

Sebelum perusahaan mainboard membuat

option pengunci PCIe/AGP dan PCI, cara paling mudah adalah mencari

titik aman pada clock internal. Ketika seseorang melakukan overclock,

20% mungkin malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi meningkatkan

kecepatan pada overclock 30% malah hardware berjalan normal. Titik

30% adalah titik aman yang diambil para overclock. Perhitungan

titik aman tersebut berbeda beda baik pada jenis procesor yang

ada.

Kendala pada peningkatan kecepatan

bagi chip-set dengan overclock, saat ini bukanlah sebuah masalah.

Beberapa perusahaan mainboard telah mendisain agar computer bekerja

lebih stabil dengan penambahan option baru untuk pengunci dari

clock hardware. Option ini berfungsi sebagai pengunci agar clock

dari hardware lain tidak ikut naik mengikuti kecepatan clock processor.

Ketika processor bekerja pada kecepatan non standard, maka ketiga

bagian tersebut akan tetap sama bekerja seperti kecepatan standard.

Persiapan dan tahapan overclock

Overclock adalah kegiatan trial and

error atau coba coba. . Tahap paling awal adalah anda harus mengetahui

dimana tempat untuk melakukan reset BIOS bila computer terkunci

ketika dilakukan overcloking. Bila BIOS tidak dapat melakukan

boot secara normal, maka pengembalian agar mainboard dapat berkerja

kembali dengan melakukan reset pada BIOS

Hal lain adalah kesabaran. Coba melakukan

peningkatan kecepatan processor secara tahap demi tahap. Melakukan

peningkatan secara berlebihan hanya akan mengacaukan analisa anda.

Melakukan overclock dengan perlahan akan lebih mudah berhasil,

dan menganalisa sesaat apakah computer sudah dapat bekerja dengan

baik. Dan coba nikmati beberapa aplikasi apakah semua sudah berjalan

normal sebelum meningkatkan kecepatan processor lebih tinggi lagi.

Bila terjadi kegagalan misalkan computer

mengalami hang, blue screen atau gagal menjalankan aplikasi tertentu.

Kembalilah menganalisa dimana letak bagian hardware yang gagal

bekerja. Penyebab kegagalan terkadang sulit terditeksi, tetapi

ada beberapa bagian paling umum dari hardware yang menyebabkan

computer gagal bekerja ketika dilakukan overclock.

Beberapa bagian yang sering menyebabkan

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

kegagalan karena overclock :

 

Memory umumnya paling dominan. Ketika overclock

terjadi, bagian memory harus mengimbangi kecepatan processor.

Mengatasinya, mengunakan memory khusus untuk overclock, atau

mengunakan memory diatas spesifikasi standard. Atau mencoba

menurunkan latency memory agar tidak terlalu cepat bekerja.

Panas yang berlebihan terjadi pada processor bila

mengunakan heatsink standard. Beberapa mainboard dan processor

memiliki sistem proteksi bila batas panas dari processor terlewati

Kekurangan daya pada processor karena mainboard

atau power supply yang tidak memadai. Kejadian yang muncul adalah

computer yang sedang bekerja mendadak mati dengan sendirinya

atau melakukan restart atau bahkan hang.

Kemampuan mainboard yang tidak menunjang, atau

tidak di disain untuk overclocking

Kemampuan perangkat hardware lain tidak mampu

bekerja pada kecepatan overclock

 

Bagian yang paling penting pada overclock

adalah memory dan power supply

Beberapa tahun lalu anda pasti pernah

mengenal memory jenis SDRAM dengan kecepatan PC100, PC133 dan

PC150. Saat ini perkembangan kecepatan memory DDR dibagi dengan

PC2100, PC2600 dan PC3200. Dan jenis DDR2 juga dibagi lagi menjadi

PC4300, PC5400 dan selanjutnya. Dan terakhir teknologi dual channel

agar memory memberikan bandwidth lebih besar dengan 2 buah modul

memory yang harus dipasang bersama sama.

Kita ambil contoh Pentium III dengan

kecepatan 500Mhz bus 100Mhz. Untuk mengoverclock menjadi 667Mhz

maka computer harus dilakukan setup dengan bus 133Mhz. Dan memory

dari standard PC66/PC100 harus diganti dengan PC133 dan PC150

Bila anda mengunakan jenis Pentium 4

1.6Ghz dengan memory DDR dan bus 100Mhz maka computer cukup mengunakan

PC2100. Tetapi dengan kecepatan overclock dari 100Mhz menjadi

133Mhz maka computer idealnya mengunakan memory berkecepatan PC2700/DDR333.

Pilihan dari kecepatan memory sebenarnya

bukan masalah ketika mengoverclock processor. Hanya untuk mengoptimalkan

kinerja computer, diperlukan sebuah kemampuan memory juga. Bila

tujuan overclock untuk memaksimalkan seluruh kinerja sebuah computer

maka kecepatan memory menjadi adalah hal yang mutlak .

Sebagai contoh, mengunakan processor

berkecepatan 200Mhz dengan dual channel memory untuk optimalnya

memiliki kinerja pada memory dengan DDR memory berkecepatan DDR

PC3200. Apakah memory berkecepatan PC2700 atau PC2100 tidak dapat

digunakan. Jawabannya : tetap dapat digunakan. Beberapa mainboard

saat ini sudah memasukan option multiplier atau pembagian bagi

kecepatan memory dengan processor. Dengan menurunkan kecepatan

multiplier memory maka computer dapat mengunakan kecepatan memory

lebih rendah

 

Dampak menurunkan multiplier memory

tentu bertentangan dengan tujuan overclock. Disatu sisi kecepatan

processor meningkat, disisi lain yaitu kecepatan memory menjadi

menurun. Apakah yang terjadi jika kecepatan memory diturunkan.

Tentu bagian memory hanya menghasilkan bandwidth lebih rendah

atau memiliki kecepatan tranfer lebih rendah karena rendahnya

clock yang dikurangi. Pada sisi processor atau CPU sedang bekerja

cepat, disisi memory malahan terjadi kelambatan pada tranfer data

antara processor ke memory. Hasilnya tentu menjadikan performa

computer sedikit lebih rendah

Pemakaian multiplier memory hanya berguna

bila memory tidak sanggup bekerja terlalu tinggi ketika processor

dilakukan overclock. Sebagai contoh anda mengunakan jenis DDR

PC3200 jenis standard yang ada dipasaran. Dengan peningkatan kinerja

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

processor dengan overclock, umumnya terjadi kegagalan pada memory.

Karena memory tidak mampu bekerja diluar batas kecepatan standard.

Pilihannya adalah menurunkan kecepatan multiplier 1 step dari

kecepatan yang ada.

Sebagai contoh pada gambar dibawah ini.

Dengan kecepatan processor berFSB 200Mhz maka kecepatan memory

standard akan dipacu pada 200Mhz X 2 = DDR400 atau sama dengan

kecepatan PC3200. Melakukan overclock processor 10% saja dari

kecepatan standard processor maka dibutuhkan kecepatan memory

pada kecepatan DDR440. Bila memory tidak mampu bekerja pada kecepatan

DDR440, pilihannya dengan menurunkan kecepatan multiplier 1 step

dibawahnya. Sehingga memory akan bekerja pada kecepatan 365Mhz

atau hampir sama seperti kecepatan PC2700. Karena memory memiliki

kecepatan DDR400, dengan kecepatan 365Mhz masih dapat diterima

atau dibawah kecepatan standard memory.

 

Keinginan yang umumnya hendak dicapai

oleh para gamer

Keinginan seseorang memiliki computer

lebih cepat tidak lepas dari hardware pendukung yang ada. Saat

ini sudah banyak memory jenis premium dipasarkan. Pilihan mengunakan

memory jenis Premium memang tidak mudah. Selain lebih mahal, memory

dengan performa lebih tinggi dibandingkan memory standard memiliki

keistimewaan tersendiri.

Kami sempat menanyakan pada sebuah produsen

memory terbesar saat ini. Mengapa dibuat memory jenis premium

(untuk overclock) dan standard. Jawaban dari mereka sederhana.

 

Chip memory dibuat dengan beberapa model

:

Pertama adalah memory standard yang

banyak dijual dipasaran. Memory standard ditujukan pada end user.

Umumnya chip memory standard dijual lebih murah dan dirakit kembali

menjadi memory module. Atau sudah dirakit menjadi memory module

dan dijual ke perusahan computer untuk digunakan pada computer

branded. Jenis memory standard diproduksi masal dalam jumlah banyak

sehingga biaya produksi lebih murah.

Jenis kedua adalah memory yang dijual

khusus. Biasanya memory yang dijual khusus diperuntukan bagi perusahaan

memory ternama. Perusahaan dengan merek memory tertentu memproduksi

module memory dan diberikan label merek dari perusahaan pembuat

module memory. Umumnya memory dengan merek tertentu sudah memiliki

jaminan terhadap kompatibel diberbagai hardware. Jadi yang ditekankan

adalah kompatible pada hardware yang ada dipasaran

Ketiga adalah memory berdasarkan pesanan

untuk jenis Premium. Perusahaan pembuat memory hanya membuat memory

jenis Premium yang dipesanan dari perusahaan OEM/merek perusahaan

memory tertentu dalam jumlah besar. Karena dibuat berdasarkan

pesanan, walaupun memilik jumlah besar tetapi tetap mahal karena

memiliki kualitas. Memory Premium memang dibuat dengan biaya ebih

mahal. Selain memiliki daya tahan lebih tinggi, kemampuan memory

Premium tidak akan pernah didapat pada memory standard dan hampir

tidak pernah dijual langsung oleh pembuat memory itu sendiri.

Kriteria dari memory Premium memang lepas dari kebutuhan memory

standard. Biasanya dipasarkan dengan tingkat latency rendah, atau

memiliki kemampuan bekerja pada clock tinggi. Khusus bagi para

gamer, lebih memilih memory jenis premium. Jenis memory premium

umumnya memiliki ketahanan lebih tinggi.

Manfaat ganda juga didapat dengan memory

premium. Saat ini ada 2 pilihan antara memory premium ber-latency

rendah dengan ketahanan clock standard dan memory premium yang

mampu bertahan pada kecepatan clock tinggi tetapi berlatency tinggi.

 

Untuk mengunakan memory dengan kemampuan

clock tinggi, lebih ideal digunakan pada overclock. Tetapi memiliki

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

kelemahan dengan latency tinggi misalnya dinamai dengan PC4400

berlatency 2.5-3-3-6, sehingga computer terlihat kurang responsif.

Tetapi pada memory yang memang lebih mampu bertahan pada clock

tinggi dan mampu menerima voltage diatas standard (kami sebut

VDIMM). Pilihan ini memang harus diambil, karena hanya jenis memory

khusus inilah yang mampu mengimbangi kebutuhan tranfer data antara

memory dengan processor.

Kebalikannya adalah memory premium ber-latency

rendah. Memory jenis ini memiliki fungsi ganda. Bila menginginkan

sebuah computer dengan overclok tidak terlalu tinggi disarankan

tetap mengunakan memory ber-latency rendah misalnya 2-2-2-6. Computer

terlihat lebih responsif, karena memory begitu cepat bekerja dibandingkan

memory dengan clock tinggi dan memiliki latency tinggi. Disamping

efek respon yang baik pada memory ber-latency rendah, pemakaian

overclock masih dimungkinkan asalkan tidak melebihi batas dari

kemampuan maksimum memory. Dengan memainkan latency lebih tinggi

pada memory ber-latency rendah, masih memungkinkan memory bekerja

pada clock yang lebih besar. Misalnya PC3200 dengan latency 2-2-2-5

pada kecepatan 200Mhz, masih mampu bekerja pada 250Mhz dengan

latency 3-3-3-6. Pilihannya terletak pada sipemakai, apakah membutuhkan

ketahanan memory pada tingkat clock tinggi atau ingin mempertahankan

kemampuan memory agar lebih responsif bekerja.

Memilih kecepatan memory yang mana, latency

atau speed memory

Ada 2 cara memilih memory untuk overclock.

Tetapi sebelum memulai memilih kita melihat dulu memory standard

yang dijual dipasaran

Memory standard dari berbagai merek

tetapi bukan kelas premium, umumnya bisa saja digunakan untuk

overclock. Tetapi untuk optimal kinerja computer ketika dioverclock,

jangan pernah mengunakan memory kelas standard. Jawabannya, karena

kecepatan memory standard adalah standard. Bila processor dipacu

sedikit lebih tinggi, kondisi memory akan tidak stabil. Bahkan

hanya meningkatkan kinerja processor 10Mhz saja akan sulit. Kecuali

anda memang tidak mengoptimalkan kinerja hardware yang ada. Pilihan

memory standard dapat dilakukan

Pilihan paling penting pada kelas memory

premium. Sebagai contoh, anda mungkin pernah melihat memory DDR

dengan tulisan PC3200 dan non standard seperti PC3500, PC4000

dan seterusnya. Lalu dimana perbedaan memory premium tersebut,

mengapa begitu banyak pilihan yang ada. Kembali kebutuhan anda,

bila melakukan overclock anda sebaiknya mengunakan memory non

standard. Untuk standard JEDEC pada DDR1 adalah PC2100, PC2700

dan PC3200. Diluar itu adalah memory non standard. Untuk kelas

premium memory PC3200 umumnya memiliki tingkat latency rendah.

Semakin rendah semakin mahal. Mengapa dibutuhkan memory dengan

latency rendah dan apa manfaat dari latency rendah. Karena timing

lebih rendah, maka respon memory dalam mentranfer data juga lebih

cepat. Akibatnya memory jenis ini sangat nyaman digunakan, misalnya

Windows menjadi lebih responsif dan cepat.

Posisi memory non standard kelas premium

seperti PC3500 dan diatasnya, umumnya memiliki latency lebih besar

dibandingkan memory berkecepatan standard PC3200 premium. Mengapa

memory non standard lebih umumnya memiliki latency lebih tinggi.

Karena dengan melakukan overclock, kecepatan memory dengan latency

tinggi lebih stabil. Sedangkan memory standard PC3200 kelas premium

akan lebih sensitif walaupun kita sudah melakukan setup pada BIOS

untuk memory dan menurunkan seperti memory berlatency tinggi.

Untuk mudahnya, kita dapat menghitung

berapa besar overclock yang akan dilakukan dan memilih memory

yang kita inginkan. Sebagai contoh anda mengunakan procesor dengan

internal bus berkecepatan 200Mhz, maka pilihan adalah DDR400 atau

PC3200. Bila anda mengunakan memory untuk overclock diatas 250MHz,

sebaiknya mengunakan memory kelas PC4000 atau lebih tinggi. Karena

kecepatan 250MHz mengharuskan kinerja memory pada kecepatan 500MHz

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

atau hampir setara dengan PC4000.

Kenyamanan overclock dengan power supply

bermutu (kelas premium)

Terakhir adalah kemampuan dari power

supply. Power supply premium memiliki tingkat efisiensi tinggi

serta proteksi baik sebagai fungsinya sebagai power supply maupun

keamanan bagi perangkat computer.

Power supply premium memiliki beberapa

fitur seperti overvoltage, overload, short protection dan sebagainya.

Sistem proteksi pada output voltage sangat penting. Ketika power

supply mengalami kelebihan beban, umumnya voltage output akan

meningkat. Pada posisi membahayakan, maka power supply akan mematikan

dirinya agar menjaga perangkat yang ada tidak mengalami overvoltage.

Sistem proteksi ini dibutuhkan bagi

para overclock agar harta didalam computer aman. Bila anda pernah

menemukan sebuah mainboard dan procesor terbakar karena power

supply terus saja memberikan supply daya ke computer. Itu adalah

salah satu dampak dari kelemahan sistem power yang digunakan.

Hal tersebut mungkin jarang terjadi

pada pemakaian power supply kelas premium. Tentunya akan konyol

bila seseorang mengunakan power supply standard seharga 300 ribu,

tetapi dipasangkan pada seperangkat hardware yang harganya diatas

10 juta rupiah.

Tetapi bagian terpenting adalah tingkat

power efisiensi dari power supply. Pada power supply dikenal dengan

power efficiency / efisiensi power (power factor) sebagai perbandingan

input dan output. Input adalah daya yang dibutuhkan oleh power

supply dari sumber listrik, sedangkan output adalah daya DC yang

dikeluarkan oleh power supply dari beban sebuah computer.

Apakah arti dari power effisien itu.

power effisien adalah perbandingan antara pemakaian input dengan

hasil output yang dihasilkan. Bila sebuah power supply memiliki

power ratio 50%, artinya 50% power output dihasilkan dari 100%

input. Sebagai contoh, sebuah power supply dengan daya 300W dengan

ratio 50% maka maksimum output yang dihasilkan adalah 150W.

Saat ini sudah banyak produsen power

supply jenis premium. Power supply jenis premium umumnya memiliki

tingkat power effisien sampai 65-85%. Artinya daya yang dikeluarkan

lebih efisien dibandingkan sebuah power supply standard. Dengan

label 400W dan power efisien 75%, artinya output power yang dapat

diberikan ke perangkat hardware mencapai tingkat maksimal 300W

DC dengan kebutuhan daya listrik 400W AC. Dengan melakukan overcloking

baik VGA maupun Processor, kebutuhan daya akan meningkat. Ada

baiknya anda melihat kembali berapa kemampuan power supply terhadap

beban hardware. Menyediakan power supply standard dan tingkat

power effisien rendah hanya akan memboroskan daya listrik dan

mengacaukan analisa anda ketika melakukan overclock

Dengan artikel diatas,

diharapkan pembaca sudah mengenal lebih jauh tentang hardware

khususnya untuk pemakaian overclocking. Diharapkan juga anda tidak

menganggap bahwa overclock adalah sebuah kegiatan gila yang beresiko.

Siapapun dapat membuat sebuah computer lebih cepat dari standard.

Overclock bukanlah kegiatan untuk merusak hardware, tetapi hanya

meningkatkan performa computer agar bekerja lebih baik.

Overclock tidak hanya bertujuan untuk

membeli processor murah untuk menghasilkan kecepatan yang sama

dengan processor yang lebih cepat dan mahal. Tetapi memaksimalkan

perangkat seluruh harware yang ada, untuk bekerja semaksimal mungkin.

Dampaknya, sebuah computer impian anda yang lebih nyaman, lebih

cepat, dan lebih responsif agar dapat dinikmati

 

 

Sumber:Obengware

http://www.itkomputer.com – Kursus komputer Powered by Mambo Generated:23 November, 2009, 13:13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: