AMD VS INTEL

AMD VS INTEL

posted by admin in April 23rd, 2008

Gaming PC: Kinerja Optimal Untuk urusan gaming, ukuran FPS (Frames Per Second) adalah segalanya. Semakin
besar angkanya semakin baik. Agar tampilan grafik nan menawan tidak terhambat oleh prosesor, Anda harus
menggunakan CPU yang kencang. Dari sisi kinerja, terutama pada game 3D, saat ini Athlon FX-57 yang terbaik: dengan
hasil 86 FPS pada uji Unreal Tournament, CPU top terbaru AMD ini unggul 30 frames (53%) lebih cepat dibanding model
high-end Intel Pentium Extreme Edition 840.
Gaming PC: Kinerja Optimal Untuk urusan gaming, ukuran FPS (Frames Per Second) adalah segalanya. Semakin besar
angkanya semakin baik. Agar tampilan grafik nan menawan tidak terhambat oleh prosesor, Anda harus menggunakan
CPU yang kencang. Dari sisi kinerja, terutama pada game 3D, saat ini Athlon FX-57 yang terbaik: dengan hasil 86 FPS
pada uji Unreal Tournament, CPU top terbaru AMD ini unggul 30 frames (53%) lebih cepat dibanding model high-end
Intel Pentium Extreme Edition 840.
Tidak hanya kinerja CPU-nya saja yang meyakinkan, sebuah PC berbasis FX-57 lebih hemat energi 120 Watt
dibandingkan sistem Intel dengan konfigurasi yang sama. Dengan demikian pada pertarungan “terpanas” pun PC
berbasis AMD FX-57 tetap “cool” dan bekerja lebih tenang. Teknologi Dual-Core maupun Hyperthreading tidak terlalu
dibutuhkan dalam segmen ini. Gamer jarang menjalankan aplikasi lain ketika bermain. Tenaga CPU sedapat mungkin
dikerahkan seluruhnya untuk game 3D.
Platform ideal untuk AMD FX-57 adalah mainboard dengan chipset NVIDIA nForce 4 SLI. Dua graphics card yang
tergabung dalam SLI menjamin tenaga 3D yang sangat besar. Untuk sebuah PC game high-end, Anda harus rela
merogoh dana cukup besar. Harga CPU-nya saja mencapai US$1.000, belum lagi graphics card dan periferal lainnya.
PC Pribadi: Kinerja dan Harga merata PC dalam segmen ini biasanya digunakan untuk berselancar di Internet, e-mail,
memproses foto-foto, meng-edit video keluarga, dan mungkin juga sesekali bermain game. Anda tidak perlu
mengeluarkan banyak uang untuk teknologi yang mahal. Di segmen ini, rasio antara harga dan kinerja yang seimbang
adalah hal terpenting. CPU “umum” yang CHIP sarankan untuk jenis soket keluaran terbaru adalah Athlon 64 3500+
dan Intel Pentium D 820 (kisaran harga US$250). Prosesor di atas kedua tipe ini harganya sekitar US$400 dan
kinerjanya hanya sedikit lebih tinggi. Pada kelas ini, CPU AMD 64 Bit cemerlang dengan kinerja game yang bagus dan
konsumsi daya yang rendah, dua elemen penting untuk sebuah PC yang tenang. Prosesor Intel dengan Dual-Core
berada di depan dalam aplikasi standar, multithreading dan multitasking, menarik bagi pengguna yang sering
menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Platform ideal untuk segmen ini berbasis chipset NVIDIA nForce 4 Ultra
untuk CPU AMD. Beberapa di antaranya sudah menawarkan FireWall terintegrasi, solusi keamanan praktis untuk
pengguna rumahan. Sementara untuk CPU Intel, motherboard yang tepat adalah yang berbasis chipset Intel terbaru
945P atau 945G bagi Anda yang menginginkan solusi onboard graphics.
Dana yang Anda keluarkan bisa menjadi lebih hemat bila PC tersebut hanya digunakan untuk mengetik atau
mengerjakan hal-hal yang sederhana. CPU hemat seperti AMD Sempron 2600+ atau Intel Celeron D 325 merupakan
prosesor-prosesor murah (sekitar US$70), tetapi kinerjanya relatif lamban. Untuk video encoding misalnya, dibutuhkan
waktu sepertiga lebih lama dibanding prosesor-prosesor yang disebutkan sebelumnya.
PC Ruang Duduk: Bukan yang tercepat, tapi Paling Tenang Perkembangan teknologi yang begitu cepat dewasa ini
telah mendorong penyebaran PC dari ruang kerja ke ruang duduk. Sayangnya, kebisingan PC masih menjadi kendala.
Oleh karena itu, pilihan CPU yang tepat bisa menjadi solusi. Untuk merekam dan memutar format video dan MP3,
prosesor high-end tentunya terlalu berlebihan. Penurunan clockspeed pada beban rendah memungkinkan PC bekerja
lebih tenang. Untuk segmen ini, lebih baik gunakan CPU AMD Sempron 3000+ dengan mekanisme hemat energi Cool
n’ Quiet dibanding CPU Pentium 4. Alasannya, mekanisme Enhanced SpeedStep Intel yang terintegrasi dalam seri 6xx
tidak mampu menyaingi teknologi yang sama dari AMD. Idealnya, PC ruang duduk menggunakan motherboard dengan
chipset NVIDIA nForce 4 (tanpa Ultra atau SLI) dan sebuah graphics card berpendingin pasif, seperti ATI Radeon
X300SE atau NVIDIA GeForce 6200TC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: